Polri Tegaskan Kebakaran Terra Drone Tak Terkait Bencana Sumatera

Polri Tegaskan Kebakaran Terra Drone Tak Terkait Bencana Sumatera

Liga335 — Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, secara tegas membantah isu yang beredar di media sosial yang mengaitkan peristiwa kebakaran Gedung Terra Drone Indonesia dengan kasus bencana alam di wilayah Sumatera. Menurutnya, kedua kejadian tersebut sama sekali tidak memiliki korelasi atau hubungan sebab-akibat.

Susatyo mengakui bahwa pihaknya menerima banyak laporan mengenai tautan dan unggahan di platform digital. Konten-konten tersebut menuding kebakaran yang menewaskan 22 orang itu sebagai aksi sabotase untuk menghilangkan data pemetaan hutan. Namun, penegasan yang diberikan adalah bahwa penyelidikan Polres Metro Jakpus saat ini berfokus sepenuhnya pada penyebab kebakaran itu sendiri.

Fokus Penyelidikan pada Fakta di Lapangan

“Isu-isu yang terkait dengan bencana alam tentu menjadi konsumsi publik. Akan tetapi, kami memastikan bahwa penyidikan kami dilandasi oleh adanya korban jiwa dan berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan di lokasi kejadian,” jelas Susatyo dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat (12/12/2025).

Tidak Ada Indikasi Sabotase

Dia menerangkan bahwa Terra Drone Indonesia memang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang survei dan pemetaan lahan, termasuk perkebunan dan pertanian, dengan menggunakan teknologi drone. Meski demikian, dari proses penyelidikan yang berjalan hingga saat ini, tidak ditemukan satu pun bukti atau indikasi yang mengarah pada dugaan sabotase, apalagi keterkaitannya dengan penyidikan bencana di Sumatera.

Kapolres juga memastikan bahwa hingga kini tidak ada permintaan koordinasi atau komunikasi resmi dari tim penyidik yang menangani kasus bencana alam maupun kehutanan di Sumatera. Menurutnya, jika memang ada kaitan antara kedua kasus tersebut, sudah seharusnya terjadi komunikasi intensif antara para penyidik.

“Bila memang ada kaitannya, tentu penyidik yang sedang melakukan penyelidikan bencana alam di Sumatera akan berkomunikasi dengan kami. Namun kenyataannya, sejauh ini tidak ada permintaan atau koordinasi semacam itu dari tim penyidik bencana alam di Sumatera,” pungkas Susatyo, menegaskan bahwa jalur penyelidikan kedua peristiwa tersebut berjalan terpisah.