Lubuk Basung – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengerahkan sebuah drone thermal untuk membantu upaya pencarian korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menjelaskan pada Sabtu bahwa drone berteknologi pendeteksi panas tubuh tersebut digunakan untuk mencari warga yang masih dilaporkan hilang.
“Kami ikut mendukung tim gabungan dalam proses pencarian para korban,” ujarnya.
Drone thermal itu bekerja dengan mendeteksi suhu tubuh manusia, sehingga memudahkan tim mengidentifikasi kemungkinan lokasi korban dari udara. Setelah sinyal panas terdeteksi, drone dapat diturunkan lebih dekat untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Jika ada titik panas yang dicurigai sebagai korban, kami segera menginformasikannya kepada Basarnas untuk pengecekan,” katanya.
Namun ia menambahkan, pada siang hari kemampuan deteksi panas menurun sehingga tim beralih menggunakan drone biasa. Untuk operasi, mereka membawa dua unit drone.
Ade Putra menjelaskan bahwa drone thermal ini biasanya digunakan untuk memantau keberadaan satwa liar seperti harimau sumatera, terutama ketika terjadi konflik dengan manusia. Pada malam hari, perangkat ini bekerja sangat optimal karena perbedaan suhu lebih jelas terlihat.
“Di layar, objek dengan suhu tinggi muncul dalam warna kuning kemerahan. Karena itu, operasi thermal kami fokuskan pada malam hari,” tambahnya.
BKSDA Sumbar turun ke lokasi bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia serta mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Riau.
“Dalam waktu dekat kami berencana mendirikan posko pencarian. Sampai saat ini sekitar 78 orang masih dinyatakan hilang di wilayah Salareh Aia,” jelasnya.
Editor : Pttogel
Sumber : bukalapak88.id